Berdirinya Pondok Pesantren Modern Darussalam Bunga Karang yang diprakarsai oleh 3 alumni Pondok Modern Darussalam Gontor angkatan 2003 tidak dapat dipisahkan dari BPM (Badan Pengelola Masjid) Al-Aqobah PT Pusri Palembang. Bagaimana tidak, BPM Al-Aqobahlah (sekarang menjadi YAZRI (Yayasan Amil Zakat PT Pusri) Palembang) telah memberikan harapan baru dan membuka cakrawala berfikir luas lewat bea siswa yang diberikan kepada siswa-siswa kurang mampu secara ekonomi di daerah pelosok Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Jambi untuk melanjutkan pendidikan di Pondok Modern Darussalam Gontor.
Berawal dari cita-cita menunaikan amanah dari BPM Al-Aqobah, bahwa setiap anak didiknya hendaklah “berjuang mengamalkan ilmu yang diperoleh dari Pondok di daerah masing-masing”, ungkapan syukur telah dibiayai mondok di PMDG, dan keprihatinan atas kualitas pendidikan khususnya di daerah masing-masing, dimulailah diskusi mendalam dan perencanaan pendirian lembaga pendidikan Pondok Pesantren ala Gontor di Bunga Karang ini oleh anak didik BPM Al-Aqobah khsusunya angkatan 2003.
Adalah ustadz Nandir, Gabdas (Gabungan Anak Pusri Darussalam) 2003 dari Kec. Air Saleh, Banyuasin, Sumsel, yang setelah menyelesaikan Pengabdian KMI Gontor 1 tahun di Darul Qiyam Gontor 6 Magelang, setelah 9 tahun menetap dan berdagang di Bunga Karang mulai membahas lembaga Pendidikan tersebut bersama Ustadz Nur Supangat, Gabdas 2003 sedaerah asal yang telah menyelesaian pengabdian S1 ISID Gontor di PM Gontor 9 Kalianda dan Ustadz Faiz S Huda, Gabdas 2003 dari Kec Muara Telang, Banyuasin, Sumsel yang juga telah menyelesaikan pengabdian S1 ISID Gontor di PM Gontor Putri 3.
Setelah pembahasan panjang, akhirnya disepakati pembelian tanah 19 x 73 m disamping Pelabuhan Bongkar Muat Toko Bangunan Harapan Sejahtera milik Ust Nandir dari warga sekitar. Selanjutnya Ust Nur Supangat dan Ust Faiz S Huda membongkar rumah di daerah asal untuk selanjutnya diangkut dan didirikan di lahan baru tersebut tanggal 2 Juli 2018. Setelah rumah selesai, tanggal 19 Agustus 2018 TPA Darussalam Bunga Karang diresmikan dan para santri belajar di dalam dan teras rumah para ustadz dan bangunan kecil tempat istirahat para sopir mobil/perahu motor di TB Harapan Sejahtera.
Tanggal 4 September 2018, peletakan batu pertama Masjid Nurul Hidayah TPA Darussalam Bunga Karang dilaksanakan sebagai respon atas membludaknya jumlah santri TPA dan pentingnya tempat sholat berjamaah untuk mereka. Tepat tanggal 31 Desember 2018, asrama dan lokal kelas santri putra mulai dibangun agar kedepannya mereka bisa menginap dan mendapat tambahan pelajaran.
Acara Ruwahan Akbar yang dilaksanakan 1 hari menjelang Ramadhan 1440, bertepatan dengan 4 Mei 2019, sekaligus merupakan peresmian dan malam perdana menginap di asrama santri putra yang selanjutnya diberi nama Gedung Muassasah. Ruwahan Akbar juga menjadi momentum pembelajaran bahasa Arab dan Inggris yang menjadi pelajaran utama santri Mabit di tahun ajaran baru TPA Darussalam Bunga Karang yang dimulai setiap 10 Syawwal karena dalam acara itu telah ditampilkan MC dan Pidato 3 Bahasa (Arab, Inggris, Indonesia)
Di tahun kedua ini, KBM makin diefektifkan melaui absen KBM, absen kegiatan dan kepanitiaan, latihan-latihan, daftar hafalan, dan ujian lisan/praktek yang dikemas dalam bentuk perlombaan. Kegiatan takbir keliling, sholat Idul Fitri, Idul Adha, penyembelihan dan pembagian daging Qurban, peringatan Hari Besar Islam, ta’ziah ke warga sekitar/santri, pengajian di masjid-masjid sekitar dll sudah dilaksanakan. Demikian pula dengan pembangunan sarana dan unit usaha baru seperti DC Ojo Lali, Pelabuhan Darussalam, Gudang Kelapa dan yang masih dalam proses adalah pembangunan gedung asrama dan kelas putri, yaiu sejak tanggal 13 Oktober 2019.